Metadata Indikator
#
NAMA INDIKATOR
KONSEP
DEFINISI
INTERPRETASI
METODE/RUMUS PERHITUNGAN
UKURAN
SATUAN
KLASIFIKASI PENYAJIAN
Apakah Kolom (2) Indikator Komposit?
Indikator Pembangunan
Variabel Pembangunan
LEVEL ESTIMASI
Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?
PUBLIKASI KETERSEDIAAN
NAMA
KEGIATAN PENGHASIL
KODE KEGIATAN
NAMA
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
0 Rasio Siswa dengan Tenaga Pendidik Perbandingan antara jumlah siswa dan jumlah tenaga pendidik di Kota Bontang dalam kurun waktu 1 tahun terakhir Jumlah Siswa di Kota Bontang dibagi dengan jumlah tenaga pendidik di Kota Bontang Jumlah Siswa dan Jumlah Tenaga Pendidik
1 Angka Partisipasi Murni SD/MI/Sederajat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Sederajat adalah persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah dasar yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia sekolah dasar. Jumlah siswa SD/MI/Sederajat usia 7-12 tahun pada waktu tertentu dibagi dengan Jumlah penduduk usia 7-12 tahun pada periode waktu yang sama dinyatakan dalam persen (%) Jumlah siswa SD/MI/Sederajat dan Jumlah Penduduk usia sekolah dasar
2 Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Sederajat Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah SD/MI/Sederajat (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah dasar. Jumlah siswa SD/MI/Sederajat pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah penduduk usia 7-12 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah siswa SD/MI/Sederajat dan Jumlah Penduduk usia sekolah dasar
3 Angka Partisipasi Sekolah SD/MI/Sederajat Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah Proporsi dari penduduk kelompok usia sekolah dasar yang sedang bersekolah (tanpa memandang jenjang pendidikan yang ditempuhi) terhadap penduduk kelompok usia sekolah dasar. Jumlah penduduk usia 7-12 tahun yang masih bersekolah pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah penduduk usia 7-12 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%)
4 Angka Partisipasi Murni SMP/Mts/Sederajat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/Mts/Sederajat adalah persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah menengah pertama yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah penduduk pada kelompok usia sekolah menengah pertama. Jumlah siswa SMP/Mts/Sederajat usia 13-15 tahun pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Penduduk usia 13-15 tahun dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah siswa SMP/Mts/Sederajat dan Jumlah Penduduk usia 13-15 tahun
5 Angka Partisipasi Kasar SMP/Mts/Sederajat Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah SMP/Mts/Sederajat (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah menengah pertama. Jumlah siswa SMP/Mts/Sederajat pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Penduduk usia 13-15 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah siswa SMP/Mts/Sederajat dan Jumlah penduduk usia 13-15 tahun
6 Angka Partisipasi Sekolah SMP/Mts/Sederajat Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah Proporsi dari penduduk kelompok usia sekolah menengah pertama yang sedang bersekolah (tanpa memandang jenjang pendidikan yang ditempuhi) terhadap penduduk kelompok usia sekolah menengah pertama. Jumlah penduduk usia 13-15 tahun yang masih bersekolah pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah penduduk usia 13-15 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%)
7 Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah siswa pada jenjang TK/RA/Penitipan anak pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah anak usia 4-6 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah Siswa pada jenjang TK/RA/Penitipan Anak; dan Jumlah anak usia 4-6 tahun
8 Tingkat partisipasi warga negara usia 5-6 tahun yang berpartisipasi dalam PAUD Tingkat partisipasi warga negara usia 5-6 tahun yang berpartisipasi dalam PAUD di kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah siswa usia 5-6 tahun yang sudah tamat atau sedang belajar didatuan PAUD pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah anak usia 5-6 tahun di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah siswa usia 5-6 tahun yang sudah tamat atau sedang belajar didatuan PAUD; dan Jumlah Anak Usia 5-6 Tahun pada Kota yang Bersangkutan
9 Persentase Pendidik TK yang Memiliki Ijazah D-IV atau S1 bidang Pendidikan TK, kependidikan lain atau psikologi dan sertifikat profesi guru pendidikan TK Persentase Pendidik TK yang Memiliki Ijazah D-IV atau S1 bidang Pendidikan TK, kependidikan lain atau psikologi dan sertifikat profesi guru pendidikan TK di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Pendidik TK yang memiliki ijazah D-IV atau S1 dan serifikat profesi guru pendidikan TK pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah pendidik TK pada periode waktu yang sama dan dinyatakan persen (%) Jumlah Pendidik TK yang memiliki ijazah D-IV atau S1 dan serifikat profesi guru pendidikan TK; dan Jumlah Pendidik TK
10 Persentase Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Terakreditasi Persentase Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Terakreditasi di Kota Bontang padaperiode waktu tertentu Jumlah Satuan Pendidik Anak Usia Dini yang Terakreditasi pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Satuan Pendidik Anak Usia Dini pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah Satuan Pendidik Anak Usia Dini yang Terakreditasi; dan Jumlah Satuan Pendidik Anak Usia Dini
11 Penduduk yang Berusia >15 Tahun Melek Huruf (Tidak Buta Aksara) Penduduk yang Berusia >15 Tahun Melek Huruf (Tidak Buta Aksara) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Dapat Baca Tulis pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Dapat Baca Tulis; dan Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas
12 Tingkat Partisipasi Warga Negara Usia 13-15 Tahun yang Berpartisipasi Dalam Pendidikan Menengah Pertama Tingkat Partisipasi Warga Negara Usia 13-15 Tahun yang Berpartisipasi Dalam Pendidikan Menengah Pertama di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah anak usia 13-15 tahun yang sudah tamat atau sedang belajar di sekolah menengah pertama pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah anak usia 13-15 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakn dalam persen (%) Jumlah Siswa Usia 13-15 Tahun yang Sudah Tamat Atau Sedang Belajar di Sekolah Menengah Pertama; dan Jumlah anak usia 13-15 tahun
13 Tingkat Partisipasi Warga Negara Usia 7-12 Tahun Yang Berpartisipasi Dalam Pendidikan Dasar Tingkat Partisipasi Warga Negara Usia 7-12 Tahun Yang Berpartisipasi Dalam Pendidikan Dasar di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Siswa Usia 7-12 Tahun yang Sudah Tamat atau Sedang Belajar di Sekolah Dasar pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah anak usia 7-12 tahun pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah Siswa Usia 7-12 Tahun yang Sudah Tamat atau Sedang Belajar di Sekolah Dasar; dan Jumlah anak usia 7-12 tahun
14 Persentase SD dan SMP Terakreditasi Persentase SD dan SMP Terakreditasi di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Satuan Pendidikan SD dan SMP yang Terakreditasi pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Satuan Pendidikan SD dan SMP pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah Satuan Pendidikan SD dan SMP yang Terakreditasi; dan Jumlah Satuan Pendidikan SD dan SMP
15 Angka Kelulusan (AL) SD/MI Perbandingan antara jumlah lulusan (L) dengan jumlah siswa tingkat tertinggi (ST) pada jenjang tertentu, dinyatakan dalam persentase Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SD/MI pada tahun ajaran sebelumnya dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI; dan Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SD/MI pada tahun ajaran sebelumnya
16 Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs Perbandingan antara jumlah lulusan (L) dengan jumlah siswa tingkat tertinggi (ST) pada jenjang tertentu, dinyatakan dalam persentase Jumlah lulusan pada jenjang SMP/MTs pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran sebelumnya dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah lulusan pada jenjang SMP/MTs; dan Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran sebelumnya
17 Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs Perbandingan antara jumlah siswa baru dengan jumlah lulusan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dinyatakan dalam persentase Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang SMP/MTs pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah lulusan pd jenjang SD/MI tahun ajaran sebelumnya dan dinyatakan dalama persen (%) Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang SMP/MTs; dan Jumlah lulusan pd jenjang SD/MI tahun ajaran sebelumnya
18 Persentase Pendidik Pada Jenjang Sekolah Dasar yang Memiliki Ijazah S1/D-IV dan Sertifikat Pendidik Persentase Pendidik Pada Jenjang Sekolah Dasar yang Memiliki Ijazah S1/D-IV dan Sertifikat Pendidik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah guru berijasah kualifikasi S1/D-IV dan sertifikat profesi guru SD pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Guru SD/MI Jumlah guru berijasah kualifikasi S1/D-IV dan sertifikat profesi guru SD; dan Jumlah Guru SD/MI
19 Persentase Pendidik Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama yang Memiliki Ijazah S1/D-IV dan Sertifikat Pendidik Persentase Pendidik Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama yang Memiliki Ijazah S1/D-IV dan Sertifikat Pendidik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Pendidik Jenjang SMP yang Memiliki Ijazah S1/D-IV dan Sertifikat Profesi Guru SMP pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Pendidik Jenjang Sekolah Menengah Pertama pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah Pendidik Jenjang SMP yang Memiliki Ijazah S1/D-IV dan Sertifikat Profesi Guru SMP; dan Jumlah Pendidik Jenjang Sekolah Menengah Pertama
20 Tingkat Partisipasi Warga Negara Usia 7-18 Tahun yang Belum Menyelesaikan Pendidikan Dasar dan Menengah yang Berpartisipasi dalam Pendidikan Kesetaraan Tingkat Partisipasi Warga Negara Usia 7-18 Tahun yang Belum Menyelesaikan Pendidikan Dasar dan Menengah yang Berpartisipasi dalam Pendidikan Kesetaraan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah siswa usia 7-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah yang sudah tamat atau sedang belajar di pendidikan kesetaraan pada periode waktu tertentu dibagi dengan Jumlah siswa usia 7-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah pada kota yang bersangkutan pada periode waktu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%) Jumlah siswa usia 7-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah yang sudah tamat atau sedang belajar di pendidikan kesetaraan; dan
21 Angka rata-rata Lama Sekolah Rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan yang pernah dijalani. Untuk mereka yang tamat SD diperhitungkan lama sekolah selama 6 tahun, tamat SMP diperhitungkan lama sekolah selama 9 tahun, tamat SM diperhitungkan lama sekolah selama 12 tahun tanpa memperhitungkan apakah pernah tinggal kelas atau tidak. Kombinasi antara partisipasi sekolah, jenjang pendidikan yang sedang dijalani, kelas yang diduduki dan pendidikan yang ditamatkan.
22 Angka Pendidikan yang Ditamatkan Angka Pendidikan yang Ditamatkan adalah menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan surat tanda tamat belajar/ijazah. APT merupakan persentase jumlah penduduk, baik yang masih sekolah ataupun tidak sekolah lagi, menurut pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan. jumlah penduduk yang mencapai jenjang pendidikan h pada tahun t dibagi total jumlah penduduk pada tahun t dikali 100
23 Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah pendidikan dasar Perbandingan Jumlah sekolah dasar per 10.000 jumlah penduduk usia dasar Jumlah sekolah (SD/MI) dibagi Jumlah penduduk usia (7 s.d 12) thn dikali 10.000 Jumlah sekolah (SD/MI); dan Jumlah penduduk usia (7 s.d 12) thn
24 Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah pendidikan menengah pertama Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan menengah pertama per 10.000 jumlah penduduk usia menengah pertama. Jumlah sekolah (SMP/MTs) dibagi Jumlah penduduk usia (13 s.d 15) thn dikali 10.000 Jumlah sekolah (SMP/MTs); dan Jumlah penduduk usia (13 s.d 15) thn
25 Rasio guru/murid sekolah pendidikan dasar Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru tingkat pendidikan dasar per 10.000 jumlah murid pendidikan dasar Jumlah Guru (SD/MI) dibagi Jumlah Murid (SD/MI) dikali 10.000 Jumlah Guru (SD/MI); dan Jumlah Murid (SD/MI)
26 Rasio guru terhadap murid pendidikan menengah pertama Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru tingkat pendidikan menengah pertama per 10.000 jumlah murid pendidikan menengah pertama Jumlah Guru (SMP/MTs) dibagi Jumlah Murid (SMP/MTs) dikali 10.000 Jumlah Guru (SMP/MTs); dan Jumlah Murid (SMP/MTs)
27 Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Murid PAUD dibagi Jumlah Penduduk Usia PAUD dikali 100
28 Jumlah Penderita Penyakit Menular Penyakit menular merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, parasit, atau jamur, dan dapat berpindah ke orang lain yang sehat. Jumlah Penderita Penyakit Menular di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
29 Jumlah penderita gizi buruk Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Jumlah penderita gizi buruk di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
30 Jumlah Ibu Yang Mendapatkan Pelayanan Nifas Pelayanan nifas adalah pelayanan kepada ibu nifas pada masa 6 jam - 42 hari pasca persalinan sesuai standar. Pelayanan nifas sesuai standar adalah pelayanan kepada ibu nifas minimal 3 kali sejak persalinan, yaitu 6 jam pasca persalinan sampai dengan 3 hari, pada minggi ke-2 dan pada minggu ke-4, termasuk pemberian Vitamin A sebanyak 2 kali serta persiapan dan/atau pemasangan KB pasca persalinan. Jumlah Ibu Yang Mendapatkan Pelayanan Nifas di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
31 Jumlah Ibu Hamil Dengan Lila < 23,5 Cm (KEK) Jika seorang wanita atau ibu hamil memiliki LiLA kurang dari 23,5 cm maka dianggap status gizinya kurang dan mengalami KEK. apabila KEK dialami oleh seorang ibu hamil maka akan berdampak buruk bagi ia dan janinnya. Ibu hamil yang KEK berisiko untuk mengalami berbagai komplikasi kehamilan seperti, keguguran, pertumbuhan janin tidak maksimal, kesulitan saat melahirkan, bayi lahir cacat, bayi lahir dengan berat badan yang rendah, bahkan kematian bayi saat lahir. Jumlah Ibu Hamil Dengan Lila < 23,5 Cm (KEK) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
32 Jumlah Ibu Hamil Penderita Kurang Darah Kurang Darah/ Anemia pada ibu hamil perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi lahir prematur, dan kematian pada ibu. Jumlah Ibu Hamil Penderita Kurang Darah di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
33 Jumlah Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan Yang Mendapat ASI Eksklusif Jumlah bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan Air Susu Ibu sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan (0-5 bulan 29 hari), tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin dan mineral Jumlah Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan Yang Mendapat ASI Eksklusif di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
34 Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Anak Usia 6-24 Bulan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan selama 90 hari. Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
35 Jumlah Bayi Baru Lahir Mendapat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Inisiasi Menyusui Dini sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui. IMD bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Jumlah Bayi Baru Lahir Mendapat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
36 Neonatus Dengan Komplikasi Yang Ditangani Neonatus dengan komplikasi adalah neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian. Komplikasi pada neonatus meliputi asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis, trauma lahir, berat badan lahir rendah <2.500 gram, sindroma gangguan pernafasan dan kelainan congenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS. Neonatus Dengan Komplikasi Yang Ditangani di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
37 Jumlah Balita Kurus Yang Mendapat Makanan Tambahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk biskuit yang aman dan bermutu serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Jumlah Balita Kurus Yang Mendapat Makanan Tambahan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
38 Jumlah Bayi Yang Mendapat Imunisasi Imunisasi merangsang kekebalan tubuh bayi sehingga dapat melindungi dari beberapa penyakit berbahaya seperti penyakit saluran pernapasan akut, Polio, kerusakan hati, Tetanus, Campak dan banyak lagi penyakit berbahaya lainnya Jumlah Bayi Yang Mendapat Imunisasi di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
39 Jumlah Bayi Berat Badan Lahir Rendah Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih rendah dari berat badan bayi rata-rata. Bayi dinyatakan mengalami BBLR jika beratnya kurang dari 2,5 kilogram, sedangkan berat badan normal bayi yaitu di atas 2,5 atau 3 kilogram. Jumlah Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
40 Jumlah Bayi Bergizi Buruk Gizi buruk diketahui dengan cara pengukuran berat badan menurut tinggi badan dan/atau umur dibandingkan standar dengan atau tanpa tanda-tanda klinis. Berikut adalah standart dari WHO dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 1995/MENKES/SK/XII/2010: l Batas gizi buruk pada balita adalah < -3.0 SD baku WHO. l Batas gizi kurang pada balita yaitu antara < -2.0 SD sampai dengan -3.0 SD baku WHO. Jumlah Bayi Bergizi Buruk di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
41 Angka Kematian Ibu Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll Angka Kematian Ibu di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
42 Jumlah Kelahiran Hidup kelahiran hidup terjadi ketika janin, berapapun usia kehamilannya, keluar dari tubuhibu dan segera menunjukkan tanda kehidupan apapun, seperti gerak taksadar, detak jantung, atau denyut tali pusat, selama berapa lama atau singkatnya waktu dan terlepas dari terpasang atau tidaknya tali pusat atau plasenta Jumlah Kelahiran Hidup di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
43 Persentase balita gizi buruk Gizi buruk diketahui dengan cara pengukuran berat badan menurut tinggi badan dan/atau umur dibandingkan standar dengan atau tanpa tanda-tanda klinis. Berikut adalah standart dari WHO dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 1995/MENKES/SK/XII/2010: l Batas gizi buruk pada balita adalah < -3.0 SD baku WHO. l Batas gizi kurang pada balita yaitu antara < -2.0 SD sampai dengan -3.0 SD baku WHO. jumlah balita gizi buruk dibagi jumlah balita dikali 100% jumlah balita gizi buruk; dan jumlah balita
44 Persentase Balita Stunting Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Jumlah Balita Stunting dibagi dengan Jumlah balita dikali 100% Jumlah Balita Stunting; dan Jumlah balita
45 Angka Kematian Bayi/Balita (AKB) Per 1000 Kelahiran Hidup Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 5 tahun) pada satu tahun tertentu dibagi Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu dikali 1000 Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 5 tahun) pada periode Waktu tertentu dibagi Jumlah Kelahiran Hidup pada periode Waktu yang sama dikali 1000 Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 5 tahun); dan Jumlah Kelahiran Hidup
46 Angka Kesakitan/Morbidit as/Penduduk Yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Merupakan presentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan dan menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari (sakit). Jumlah Penduduk Yang mengalami keluhan kesehatan dan terganggunya aktivitas pada periode Waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Penduduk pada periode Waktu yang sama dikali 100 Jumlah Penduduk Yang mengalami keluhan kesehatan dan terganggunya aktivitas; dan Jumlah Penduduk
47 Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe A Rumah Sakit Umum Kelas A harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 5 (lima) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 12 (dua belas) Pelayanan Medik Spesialis Lain dan 13 (tiga belas) Pelayanan Medik Sub Spesialis. Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe A di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
48 Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B Rumah Sakit Umum Kelas B harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayananmedik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 4 (empat) PelayananSpesialis Penunjang Medik, 8 (delapan) Pelayanan Medik Spesialis Lainnya dan 2(dua) Pelayanan Medik Subspesialis Dasar Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
49 Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Rumah Sakit Umum Kelas C harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayananmedik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4 (empat)Pelayanan Spesialis Penunjang Medik. Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
50 Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D Rumah Sakit Umum Kelas D harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayananmedik paling sedikit 2 (dua) Pelayanan Medik Spesialis Dasar. Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
51 Rumah Sakit Umum Daerah Tipe E Tipe E pada rumah sakit dikhususkan hanya memberikan satu pelayanan kesehatan saja, misal khusus jantung, paru, ibu dan anak, kanker dan sebagainya. Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe E di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
52 Jumlah Rumah Sakit Bersalin Rumah sakit bersalin adalah suatu tempat yang menyelenggarakan pelayanan Kesehatan bagi wanita hamil, bersalin, nifas yang fisiologik maupun patologik yang mempunyai penanggung jawab medis seorang dokter ahli kebidanan dan kandungan serta seorang dokter anak Jumlah Rumah Sakit Bersalin di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
53 Jumlah Rumah Sakit Swasta Rumah Sakit Umum Swasta adalah rumah sakit umum yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Jumlah Rumah Sakit Swasta di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
54 Jumlah Puskesmas Puskesmas adalah UPTD Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Jumlah Puskesmas di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
55 Jumlah Puskesmas Non Rawat Inap Puskesmas non rawat inap adalah Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap, kecuali pertolongan persalinan normal. Jumlah Puskesmas Non Rawat Inap di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
56 Jumlah Puskesmas Rawat Inap Puskesmas rawat inap Puskesmas yang diberi tambahan sumber daya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan. Jumlah Puskesmas Rawat Inap di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
57 Jumlah Puskesmas Pembantu Puskesmas Pembantu adalah suatu sarana yang melaksanakan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mencakup bagian wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarkat disesuaikan dengan keadaan setempat dan merupakan bagian integral dari Pusat Kesehatan Masyarakat. Jumlah Puskesmas Pembantu di Kota Bontang Pada periode waktu tertentu
58 Jumlah Poliklinik Kumpulan dari klinik. Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan (perawat dan atau bidan) dan dipimpin oleh seorang tenaga medis (dokter, dokter spesialis, dokter gigi atau dokter gigi spesialis). Jumlah Poliklinik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
59 Jumlah Posyandu Pos Pelayanan Terpadu yang selanjutnya disebut Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Jumlah Posyandu di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
60 Jumlah Posyandu Pratama Posyandu pratama adalah posyandu yang belum mantap, kegiatan bulanan belum rutin, jumlah kader kurang dari 5. Jumlah Posyandu Pratama di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
61 Jumlah Posyandu Madya Posyandu madya adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan jam buka lebih dari 8 kali per tahun, rata-rata jumlah kader 5 atau lebih, cakupan kegiatan utama masih kurang dari 50%. Jumlah Posyandu Madya di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
62 Jumlah Posyandu Purnama Posyandu pada tingkat purnama adalah posyandu yang frekuensinya lebih dari 8 kali per tahun, rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih, dan cakupan 5 program utamanya (KB, KIA, Gizi dan Imunisasi) lebih dari 50%. Sudah ada program tambahan, bahkan mungkin sudah ada Dana Sehat yang masih sederhana. Jumlah Posyandu Purnama di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
63 Jumlah Posyandu Mandiri Posyandu ini berarti sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur, cakupan 5 program utama sudah bagus, ada program tambahan dan Dana Sehat telah menjangkau lebih dari 50% KK. Jumlah Posyandu Mandiri di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
64 Rasio posyandu per satuan balita Jumlah Posyandu dibagi Jumlah Balita dikali 1000 Jumlah Posyandu di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah Balita di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 1000
65 Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk Jumlah puskesmas, poliklinik, pustu dibagi Jumlah penduduk dikali 1000 Jumlah puskesmas, poliklinik, pustu di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 1000
66 Rasio Rumah sakit per satuan penduduk Jumlah rumah sakit dibagi Jumlah penduduk dikali 1000 Jumlah rumah sakit di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 1000
67 Rasio Puskesmas Jumlah puskesmas dibagi Jumlah penduduk dikali 1000 Jumlah puskesmas di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di Kota bontang pada periode waktu yang sama dikali 1000
68 Rasio Rumah Sakit Umum Jumlah rumah sakit umum dibagi Jumlah penduduk dikali 1000 Jumlah rumah sakit umum di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 1000
69 Cakupan puskesmas pembantu Jumlah pembantu puskesmas dibagi Jumlah seluruh desa dikali 100% Jumlah pembantu puskesmas di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh kelurahan di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 100%
70 Jumlah Dokter Umum Dokter umum adalah tenaga medis yang diperkenankan untuk melakukan praktik medis tanpa harus spesifik memiliki spesialisasi tertentu, hal ini memungkinkannya untuk memeriksa masalah-masalah kesehatan pasien secara umum untuk segala usia Jumlah Dokter Umum di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
71 Jumlah Dokter Spesialis Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana(spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum. Jumlah Dokter Spesialis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
72 Jumlah Dokter Gigi Dokter Gigi adalah mereka yang mempraktekkan ilmu kedokteran gigi. Ilmu Kedokteran Gigi adalah cabang dari ilmu kodekteran yang menangani pencegahan, evaluasi, diagnosis dan penanganan non bedah maupun bedah dari penyakit-penyakit, kelainan-kelainan dan kondisi-kondisi dari rongga mulut, area wajah dan rahang serta struktur-struktur yang berdekatan dan pengaruhnya terhadap tubuh seseorang Jumlah Dokter Gigi di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
73 Jumlah Bidan Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk daftar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan. Jumlah Bidan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
74 Jumlah Perawat Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah Perawat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
75 Jumlah Apoteker Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Jumlah Apoteker di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
76 Sarjana Teknis Kefarmasian Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani Pekerjaan Kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker Sarjana Teknis Kefarmasian di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
77 Jumlah Tenaga Psikologi Klinis Psikolog klinis adalah seorang ahli, yang latar belakang pendidikannya dari sejak jenjang pendidikan strata I adalah ilmu perilaku manusia (Psikologi). Untuk kemudian mengikuti pendidikan Magister Psikologi Terapan dengan mayoring Psikologi Klinis. Jumlah Tenaga Psikologi Klinis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
78 Tenaga Kesehatan Masyarakat Kesehatan masyarakat merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Tenaga Kesehatan Masyarakat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
79 Jumlah Epidemiolog Kesehatan Epidemiolog Kesehatan adalah suatu profesi yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi yang mempunyai keahlian khusus epidmeiologi yang langsung dapat diterapkan dalampelayanan kesehatan komprehensif yaitu pelayanan kuratif, preventif, promotif dan rehabilitatif. Jumlah Epidemiolog Kesehatan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
80 Jumlah Tenaga Promosi Kesehatan Dan Ilmu Prilaku Tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan diploma, magister dan doktor promosi kesehatan, atau sarjana, profesi, magister, dan doktor Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan/Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku dan atau memiliki rekognisi pengalaman lampau di bidang promosi kesehatan yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan program KIE (komunikasi, informasi dan edukasi), pengelolaan program promosi kesehatan, pelaksanaan komunikasi, advokasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan serta penggalangan mitra Jumlah Tenaga Promosi Kesehatan Dan Ilmu Prilaku di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
81 Jumlah Pembimbing Kesehatan Kerja Pembimbing Kesehatan Kerja adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan upaya kesehatan kerja. Jumlah Pembimbing Kesehatan Kerja di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
82 Jumlah Tenaga Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan Administrasi kebijakan kesehatan adalah administrasi yang diterapkan pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. Jumlah Tenaga Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
83 Jumlah Tenaga Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Kesehatan Reproduksi (Kespro) adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Jumlah Tenaga Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
84 Jumlah Tenaga Sanitasi Lingkungan Sanitarian atau Tenaga Sanitarian adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan di bidang kesehatan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan. Jumlah Tenaga Sanitasi Lingkungan di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
85 Jumlah Entomolog Kesehatan Entomolog Kesehatan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional pengamatan, penyelidikan, pemberantasan dan pengendalian terhadap vektor penyakit/serangga pengganggu Jumlah Entomolog Kesehatan di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
86 Jumlah Mikrobiolog Kesehatan Mikrobiolog kesehatan adalah cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari diagnosis, penyebaran, dan pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Mikrobiolog kesehatan juga mempelajari aplikasi mikro dalam dunia kesehatan. Khususnya peranan mikroorganisme dalam memerangi penyakit. Baik dengan senyawa yang dihasilkan sebgaai antimikrob atau senyawa terapetik lain. Jumlah Mikrobiolog Kesehatan di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu u
87 Tenaga Gizi Ahli gizi adalah tenaga spesialis yang bertugas memberikan saran dan informasi kepada pasien tentang penatalaksanaan gizi dan masalah kesehatan, terlibat dalam diagnosis dan pengobatan masalah kesehatan yang terkait gizi dan nutrisi. Tenaga Gizi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
88 Jumlah Nutrisionis Nutrisionis adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional dibidang pelayanan gizi, makanan serta dietetik, baik pelayanan kesehatan dan institusi lain, berpendidikan dasar gizi Jumlah Nutrisionis di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
89 Jumlah Dietisien Dietisien merupakan seseorang yang telah menempuh pendidikan sarjana gizi, menempuh pendidikan Dietetic Internship atau praktik klinis gizi, dan selanjutnya mengikuti ujian kompetensi. Setelah itu mereka berhak menyandang gelar sebagai Registered Dietitian (RD). Jumlah Dietisien di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
90 Tenaga Kesehatan Tradisional Pelayanan kesehatan tradisional merupakan suatu sistim pengobatan/perawatan yang berlandaskan filosofi dan konsep dasar manusia seutuhnya, sehingga pasien/klien yang dipandang secara holistik, kultural akan diperlakukan lebih manusiawi. Tenaga Kesehatan Tradisional di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
91 Jumlah Dokter definisi “Dokter” adalah seorang tenaga kesehatan (dokter) yang menjadi tempat kontak pertama pasien dengan dokternya untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin, sedini dan sedapat mungkin, secara menyeluruh, paripurna, bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral Jumlah Dokter di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
92 Dokter Spesialis Anak Dokter Spesialis Anak atau ahli pediatri adalah dokter yang memiliki fokus pada kesehatan fisik, mental, emosional, tumbuh kembang, dan sosial anak-anak, sejak mereka dilahirkan hingga menjadi remaja, yakni pada sampai usia 18 tahun Dokter Spesialis Anak di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
93 Dokter Spesialis Bedah Dalam kedokteran, ahli bedah atau pakar bedah ialah seseorang yang melakukan pembedahan. Ahli bedah bisa seorang dokter, dokter gigi, atau dokter hewan yang menspesialisasikan diri di bidang bedah Dokter Spesialis Bedah di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
94 Dokter Spesialis Obgyn Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sering disebut dengan dokter Obgyn atau dokter kandungan. Memiliki gelar SpOG, dokter dengan spesialisasi ini tidak hanya bisa mengatasi gangguan pada kandungan saja, namun juga seputar kesehatan wanita. Dokter Spesialis Obgyn di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
95 Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dokter penyakit dalam adalah dokter spesialis yang menangani berbagai keluhan, gejala, dan masalah kesehatan terkait hampir seluruh sistem organ dalam tubuh pasien dewasa dan lansia Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
96 Dokter Spesialis Saraf Dokter saraf atau neurologis adalah dokter spesialis yang mendiagnosis dan mengobati masalah yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf Dokter Spesialis Saraf di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
97 Dokter Spesialis Mata Dokter spesialis mata adalah dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam memberikan pemeriksaan, perawatan, serta diagnosis yang berhubungan dengan penyakit mata dan gangguan penglihatan. Bukan hanya itu, dokter spesialis mata juga memiliki kompetensi dalam menangani operasi mata Dokter Spesialis Mata di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
98 Dokter Spesialis THT Dokter spesialis THT adalah dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam mengobati penyakit yang berkaitan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, dokter spesialis THT juga bertugas mengatasi sejumlah penyakit yang terjadi di kepala dan leher Dokter Spesialis THT di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
99 Dokter Spesialis Patologi Klinik Patologi klinis adalah cabang spesialis kedokteran yang memberi perhatian lebih khusus pada diagnosis penyakit melalui analisis laboratorium atas cairan tubuh; darah, urin, dan jaringan, menggunakan piranti kimiawi, mikrobiologi, hematologi dan patologi molekuler Dokter Spesialis Patologi Klinik di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
100 Dokter Spesialis Paru Dokter spesialis paru adalah seorang dokter ahli yang menangani penyakit dan gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan bagian bawah. Penyakit paru adalah salah satu gangguan pernapasan yang paling sering ditemukan Dokter Spesialis Paru di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
101 Dokter Spesialis Jantung Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah adalah dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam mengobati penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, atau kardiovaskuler. Latar belakang pendidikannya adalah dokter umum yang sudah menyelesaikan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah. Dokter Spesialis Jantung di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
102 Dokter Spesialis Anastesi Dokter anestesi adalah dokter spesialis yang memiliki tanggung jawab memberikan anestesi (pembiusan) sebelum pasien menjalani operasi atau prosedur medis lainnya Dokter Spesialis Anastesi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
103 Dokter Spesialis Radiologi Dokter radiologi atau radiologis adalah dokter spesialis yang fokus melakukan pemeriksaan radiologi dalam rangka mendeteksi, membantu diagnosis, dan mengobati penyakit menggunakan prosedur pencitraan, seperti Rontgen, CT scan, pencitraan resonansi magnetik (MRI), kedokteran nuklir, hingga USG Dokter Spesialis Radiologi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
104 Dokter Kulit dan Kelamin Dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) merupakan dokter yang fokus menangani beragam masalah kesehatan kulit dan kelamin, baik pada pria maupun wanita. Tugas dokter spesialis kulit dan kelamin adalah mendiagnosa dan memberikan penanganan sesuai dengan keluhan yang Anda rasakan. Dokter Kulit dan Kelamin di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
105 Dokter Rehabilitas Medik Dokter rehabilitasi medis adalah dokter spesialis yang berperan membantu mengembalikan fungsi tubuh pasien yang menderita gangguan fungsi tubuh atau kecacatan. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh cedera, kecelakaan, ataupun penyakit. Dokter Rehabilitas Medik di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
106 Dokter Gigi Anak Dokter gigi anak adalah dokter gigi (drg) yang lanjut mengambil pendidikan spesialisasi gigi anak-anak dan sudah menuntaskan praktek kerja (residensi) di bidang kesehatan gigi dan mulut anak selama beberapa tahun. Dokter Gigi Anak di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
107 Dokter Gizi Klinik Ahli gizi klinis adalah orang yang mengabdikan diri dalam bidang gizi serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui suatu pendidikan khusus di bidang gizi. Tugasnya adalah untuk memberikan saran dan informasi kepada pengidap tentang penatalaksanaan gizi dan masalah kesehatan, serta terlibat dalam memberi diagnosis dan pengobatan masalah kesehatan yang terkait gizi dan nutrisi. Dokter Gizi Klinik di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
108 Dokter Umum Dokter umum adalah tenaga medis yang diperkenankan untuk melakukan praktik medis tanpa harus spesifik memiliki spesialisasi tertentu, hal ini memungkinkannya untuk memeriksa masalah-masalah kesehatan pasien secara umum untuk segala usia. Dokter umum juga biasa disebut sebagai dokter keluarga. Dokter Umum di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
109 Dokter Gigi Dokter gigi adalah seorang dokter yang khusus mempelajari ilmu kesehatan dan penyakit pada gigi dan mulut. Seorang dokter gigi memiliki kompetensi atau keahlian dalam mendiagnosis, mengobati, dan memberikan edukasi tentang pencegahan berbagai masalah kesehatan gigi, gusi, dan mulut Dokter Gigi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
110 Dokter Spesialis Bedah Saraf Dokter bedah saraf adalah dokter spesialis yang dapat mendiagnosis, memberikan pengobatan, dan melakukan operasi untuk menangani gangguan pada sistem saraf Dokter Spesialis Bedah Saraf di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
111 Dokter Spesialis Ortodonti ortodontis adalah dokter gigi yang sudah mengambil spesialis khusus di bidang ortodonti. Ortodonti adalah bidang kedokteran gigi yang khusus mempelajari tentang estetika posisi gigi, rahang, dan wajah. Dokter Spesialis Ortodonti di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
112 Dokter Spesialis Konservasi Gigi dokter konservasi gigi adalah dokter spesialis yang sudah menjalani 2-3 tahun pendidikan tambahan dalam endodonti (konservasi gigi). Dokter Spesialis Konservasi Gigi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
113 Dokter Spesialis Bedah Mulut Dan Maksilofasial Bedah Mulut dan Maksilofasial adalah salah satu spesialis ilmu kedokteran gigi yang meliputi berbagai macam penatalaksanaan penyakit, kelainan dan kondisi jaringan lunak dan keras rongga mulut dan rahang yang memerlukan pendekatan bedah Dokter Spesialis Bedah Mulut Dan Maksilofasial di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
114 Dokter Umum dan Dokter Gigi Tugas Belajar Tugas belajar adalah tugas kedinasan yang diberikan kepada PNS untuk mengikuti pendidikan formal baik di dalam maupun di luar negeri, dengan meninggalkan tugas, di mana biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Dokter Umum dan Dokter Gigi Tugas Belajar di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
115 Dokter Spesialis Tugas Belajar Tugas belajar adalah tugas kedinasan yang diberikan kepada PNS untuk mengikuti pendidikan formal baik di dalam maupun di luar negeri, dengan meninggalkan tugas, di mana biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Dokter Spesialis Tugas Belajar di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
116 Dokter Spealis Kedokteran Jiwa Psikiater adalah seorang dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa dan perilaku (psikiatri). Psikiatri sendiri adalah cabang keilmuan medis yang fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku. Dokter Spealis Kedokteran Jiwa di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
117 Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi atau Dokter Ortopedi adalah dokter yang memiliki fokus untuk menangani cedera dan penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh, mencakup tulang, sendi, tendon, otot, dan saraf. Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
118 Perawat Anatesi Perawat anestesi adalah pelaku anestesiologi yang telah menjalani pendidikan keperawatan jurusan anestesi. Secara umum, peran dari perawat anestesi ini serupa dengan dokter spesialis dalam bidang anestesi yaitu memberikan anestesi, memonitor kondisi pasien, serta melakukan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien. Perawat Anatesi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
119 Kepala Shift adalah seorang perawata profesional yang diberi wewenag dan tanggung jawaboleh kepala ruangan dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan diruang perawatan pada shift pagi/sore/malam Kepala Shift di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
120 Tugas Belajar Tugas belajar adalah tugas kedinasan yang diberikan kepada PNS untuk mengikuti pendidikan formal baik di dalam maupun di luar negeri, dengan meninggalkan tugas, di mana biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Tugas Belajar di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
121 Apoteker Apoteker merupakan salah satu bagian dari tim pelayanan kesehatan profesional yang bekerja di suatu farmasi, baik farmasi rumah sakit atau industri farmasi. Berfokus pada efektivitas serta keamanan penggunaan obat, seorang apoteker memiliki tugas untuk mendistribusikan obat-obatan Apoteker di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
122 Radiografer Radiografer adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk melakukan kegiatan radiografi, imejing, kedokteran nuklir dan radioterapi di pelayanan kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Radiografer di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
123 Perekam Medis Perekam medis atau perekam medis dan informasi kesehatan adalah seorang yang telah lulus pendidikan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Organisasi profesi Perekam medis adalah Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Perekam Medis di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
124 Analis Kesehatan Analis kesehatan adalah profesi atau pekerja pada sarana kesehatan yang bertugas melayani pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian bahan yang diambil dari seorang manusia atau bahan yang bukan berasal dari manusia untuk menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan seseorang. Analis Kesehatan di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
125 Ahli Gizi Nutrisionis Nutrisionis adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional dibidang pelayanan gizi, makanan serta dietetik, baik pelayanan kesehatan dan institusi lain, berpendidikan dasar gizi Ahli Gizi Nutrisionis di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
126 Psikologis Klinis Psikologi Klinis merupakan bidang ilmu dalam psikologi yang berfokus pada usaha memahami dan menangani masalah-masalah psikologis, meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dan mengembangkan kapasitas pribadi. Psikologis Klinis di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
127 Fisioterapis Fisioterapi merupakan profesi bidang kesehatan. Fisioterapi merupakan sebutan di Indonesia, diberbagai negara dengan nama yang berbeda-beda, pada umumnya menggunakan nama Physiotherapy, Physical Therapy, Kinesiologic dan lain-lain. Namun pada dasarnya memiliki dasar keilmuan dan tujuan yang sama. Fisioterapis di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
128 Terapi Wicara Terapi wicara merupakan terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah bicara, khsusunya pada anak. Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bicara dan mengekspresikan bahasa pada anak. Selain bahasa yang bersifat verbal, terapi ini juga melatih bentuk bahasa nonverbal. Terapi Wicara di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
129 Okupasi Terapi Terapi Okupasi adalah bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan menggunakan latihan/aktivitas mengerjakan sasaran yang terseleksi(okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Okupasi Terapi di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
130 Elektromedik Elektromedik diharapkan dapat menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan mulai dari pengelola, pelaksana, penelitian, penyuluhan dan pelatihan terhadap alat kedokteran/kesehatan pada fasilitas kesehatan, serta memastikan kelayakan siap pakai peralatan kesehatan dengan tingkat keakurasian dan keamanan serta mutu sesuai standar yang berlaku dengan kode etik yang bersifat melayani masyarakat. Elektromedik di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
131 Rasio Dokter per satuan penduduk Jumlah dokter dibagi Jumlah penduduk dikali 1000 Jumlah dokter di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di Kota Bontang pada periode Waktu yang sama dikali 1000
132 Rasio Tenaga Keperawatan Per Satuan Penduduk Jumlah tenaga keperawatan dibagi Jumlah penduduk dikali 1000 Jumlah tenaga keperawatan di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di Kota Bontang pada periode Waktu yang sama dikali 1000
133 Sarana Pelayanan Kesehatan Fasilitas kesehatan atau yang sering diakronimkan faskes adalah istilah umum yang merujuk kepada sarana atau prasarana atau perlengkapan yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang disenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau swasta bagi masyarakat dengan tujuan untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan melalui tindakan prevenrif, kuratif maupun rehabilitatif. Sarana Pelayanan Kesehatan di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
134 Ruang ICU Ruang ICU atau Intensive Care Unit adalah ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan keadaan yang membutuhkan pengawasan ketat Ruang ICU di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
135 Ruang PICU Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit, bagi anak dengan gangguan kesehatan serius atau yang berada dalam kondisi kritis. Anak-anak yang dirawat di PICU mulai dari bayi berusia 28 hari sampai anak remaja berusia 18 tahun Ruang PICU di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
136 Ruang TB MDR TB MDR atau multidrug-resistant tuberculosis adalah jenis tuberkulosis yang kebal terhadap 2 obat antituberkulosis paling kuat, yaitu isoniazid dan rifampisin. Ruang TB MDR di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
137 Kendaraan Roda 2 Transportasi pelayanan kesehatan berupa Kendaraan Roda 2 di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu Kendaraan Roda 2 di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
138 Kendaraan Roda 4 Transportasi pelayanan Kendaraan Roda 4 di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu Kendaraan Roda 4 di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
139 Instalasi Rawat Inap Instalasi rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan dan rehabilitasi medik. Instalasi Rawat Inap di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
140 Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Jalan adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut di rawat inap atau upaya yang dilakukan bagi penderita yang mempunyai keluhan kesehatan untuk memeriksakan atau mengatasi gangguan keluhan kesehatannya dengan mendatangi tempat pelayanan kesehatan modern atau tradisional tanpa menginap, termasuk mendatangkan petugas medis ke rumah pasien, membeli obat atau melakukan pengobatan sendiri. Instalasi Rawat Jalan di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
141 Pelayanan Kesehatan Layanan kesehatan adalah sebuah proses yang berhubungan dengan pencegahan, perawatan, dan manajemen penyakit dan juga proses stabilisasi mental, fisik, dan rohani melalui pelayanan yang ditawarkan oleh organisasi, institusi, dan unit profesional kedokteran, . Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
142 Pelayanan Medical Check Up Medical Check Up (Pemeriksaan Kesehatan) sebagai salah satu tindakan penting untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda sedini mungkin, sehingga kesehatan Anda dapat selalu dalam kondisi prima. Medical Check Up sebaiknya dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Pelayanan Medical Check Up di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
143 Pelayanan Bedah Pelayanan Bedah adalah bagian dari rumah sakit yang memberikan pelayanan medis kepada pasien dalam tindakan operasi. Pelayanan Bedah di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
144 Pelayanan Kebidanan Pelayanan Kebidanan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi, dan/atau rujukan. Pelayanan Kebidanan di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
145 Pelayanan Radiologi Pelayanan radiologi adalah pelayanan medik yang menggunakan semua modalitas energi radiasi untuk diagnosis dan terapi, termasuk teknik pencitraan dan penggunaan emisi radiasi dengan sinar-X, radioaktif, ultrasonografi dan radiasi radio frekwensi elektromagnetik. Pelayanan Radiologi di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
146 Pelayanan Laboratorium Merupakan sarana pelayanan kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, dan kondisi kesehatan. Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain hematologi klinik, kimia klinik, imuno klinik, dll. Pelayanan Laboratorium di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
147 Pelayanan Rehabilitasi Medik Pelayanan Rehabilitasi Medik Adalah pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik dan atau rehabilitatif untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal Pelayanan Rehabilitasi Medik di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
148 Pelayanan Hemodialisa Hemodialisa adalah terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal. Didukung kerjasama tim yang beranggotakan dokter spesialis penyakit dalam, dokter nefrologi, dokter umum yang bersertifikasi HD, serta perawat yang terampil, mahir dan bersertifikat. Pelayanan Hemodialisa di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
149 Pelayanan Gizi Pelayanan gizi rumah sakit adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuhnya. Keadaan gizi pasien sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, sebaliknya proses perjalanan penyakit dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien. Pelayanan Gizi di RSUD Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
150 BOR RSUD (Persentase Penggunaan Tempat Tidur) Std : 60-85% Bed Occupancy Rate ialah Persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indiktor ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan dari tempat tidur rumah sakit. Jumlah hari perawatan dibagi dengan Jumlah Tempat Tidur tersedia pada periode Waktu tertentu Jumlah Hari Perawatan; dan Jumlah T.T
151 An LOS (Rata- rata lama dirawat) Std. 6-9 Hari LOS (Length of Stay) Rata-rata lama rawatan seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu yang dijadikan tracer (yang perlu pengamatan lebih lanjut). Jumlah lama dirawat pada periode Waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal pada periode Waktu yang sama Jumlah lama dirawat; dan Jumlah Pasien keluar hidup & meninggal
152 BTO (Jumlah Pasien yang menggunakan TT) Std. 40-50 X Per Thn Bed Turn Over merupakan frekueni pemakaian tempat tidur yang ada pada rumah sakit pada saat pakai pada satuan tertentu dan biasanya dihitung tiap satu periode. Indikator ini mengagmbarkan seberapa banyak frekuensi pemakaian tempat tidur yang ada pada rumah sakit. Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal pada periode Waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Tempat Tidur pada periode Waktu yang sama Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal; dan Jumlah T.T
153 TOI (Selang Waktu Tempat Tidur Kosong) Std : 1-3 Hr Turn Over Interval (TOI) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati, yaitu dari setelah terisi sampai ke saat terisi berikutnya. Jumlah Tempat Tidur pada periode Waktu tertentu di kurang Hari perawatan dibagi Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal pada periode Waktu yang sama Jumlah T.T ; Hari Perawatan ; dan Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal
154 NDR (Angka Kematian bersih) meninggal > 48 jam Std. 25 per 1000 pasien keluar yang dirawat Net Death Rate adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar RS. Jumlah Pasien Meninggal lebih dari 48 jam dirawat pada periode Waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal pada periode Waktu yang sama Jumlah Pasien Meninggal > 48 jam; dan Jumlah Pasien keluar hidup & meninggal
155 GDR (Angka Kematian Kasar) Meninggal GDR adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar Jumlah Pasien Meninggal keseluruhan pada periode Waktu tertentu dibagi dengan Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal pada periode Waktu yang sama Jumlah Pasien Meninggal; dan Jumlah Pasien keluar hidup & Meninggal
156 Persentase Bayi Baru Lahir Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir Jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan persalinan dibagi dengan Jumlah Bayi Baru Lahir di Kota Bontang Jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan persalinan dibagi dengan Jumlah Bayi Baru Lahir di Kota Bontang dikali 100% Jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan persalinan; dan
157 PT Badak NGL PT Badak NGL, adalah perusahaan pengolah gas alam cair (LNG, Liquid Natural Gas) terbesar di Indonesia dan salah satu kilang LNG yang terbesar di dunia. Perusahaan ini berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Luas Kawasan PT Badak NGL Kota Bontang
158 Luas Rawa Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis. Luas Rawa di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
159 Luas Danau/Waduk/Situ Waduk adalah tempat penampungan air yang sangat besar yang dibuat dengan cara membendung aliran sungai. Air yang sudah ditampung dalam waduk lantas dimanfaatkan untuk bahan baku air minum, untuk irigasi pertanian, pembangkit listrik, dan budidaya perikanan. Sedangkan Danau adalah cekungan besar yang digenangi oleh air, dimana seluruh cekungan dikeliling oleh daratan sehingga airnya tidak bisa mengalir keluar dari danau. Air danau ini berasal dari sungai-sungai di sekitarnya. Luas Danau/Waduk/Situ di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
160 Luas Hutan Kota Hutan kota adalah hutan atau sekelompok pohon yang tumbuh di dalam kota atau pinggiran kota. Dalam arti yang lebih luas bisa berupa banyak jenis tanaman keras atau pohon yang tumbuh di sekeliling pemukiman. Luas Hutan Kota di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
161 Hutan Sejenis Hutan sejenis (homogen) adalah hutan yang sebagian besar areanya ditumbuhi oleh sejenis tumbuhan yang sama. Misal hutan jati, hutan bambu dan hutan pinus. Hutan Sejenis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
162 Luas Bakau Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau,dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Luas Bakau di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
163 Luas Belukar hutan yang ditumbuhi pohon-pohon rendah, berdaun kecil-kecil, dan berbatang keras Luas Belukar di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
164 Luas Tanah Terbuka Ruang yang berfungsi sebagai wadah (container) untuk kehidupan manusia, baik secara individu maupun berkelompok, serta wadah makhluk lainnya untuk hidup dan berkembang secara berkelanjutan Luas Tanah Terbuka di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
165 Luas Kawasan Hutan Kawasan hutan adalah istilah yang dikenal dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan[1][2] yaitu menurut pasal 3 yang berbunyi: “Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap”. Luas Kawasan Hutan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
166 Presentase rumah tangga bersanitasi Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak adalah jumlah rumah tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak dibagi dengan jumlah rumah tangga seluruhnya. Jumlah rumah tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak pada waktu tertentu dibagi dengan jumlah rumah tangga pada periode yang sama, dinyatakan dalam satuan persen (%). Jumlah rumah tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak; dan jumlah rumah tangga
167 Jalan dalam kondisi baik Panjang jalan kondisi baik dibagi Panjang jalan seluruhnya Panjang jalan kondisi baik dibagi Panjang jalan seluruhnya dikali 100% Panjang jalan kondisi baik; dan Panjang jalan seluruhnya
168 Perumahan Perumahan adalah sekelompok rumah atau bangunan lainnya yang dibangun bersamaan sebagai sebuah pengembangan tunggal. Bentuknya bervariasi di negara-negara manapun. Perumahan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
169 Jumlah Rumah Layak Huni Rumah yang layak huni adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, dan kecukupan minimum luas bangunan, serta kesehatan penghuni (penjelasan pasal 24 huruf a UU PKP) Jumlah Rumah Layak Huni di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
170 Jumlah Rumah Tidak Layak Huni RTLH adalah kondisi kebalikan dari rumah layak huni yaitu Rumah yang tidak memenuhi persyaratan rumah layak huni dimana konstruksi bangunan tidak handal, luas tidak sesuai standar per orang dan tidak menyehatkan bagi penghuninya dan atau membahayakan bagi penghuninya. Jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
171 Rumah Susun Hunian Milik Penguasaan rumah susun dengan cara milik diatur dalam Pasal 46, bahwa hak kepemilikan atas sarusun merupakan hak milik atas sarusun yang bersifat perseorangan yang terpisah dengan hak bersama atas bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama Rumah Susun Hunian Milik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
172 Jumlah Rumah Susun Hunian Sewa Sesuai Pasal 53 UU Rusun, setiap orang dapat menyewa sarusun. Penyewaan sarusun meliputi hak orang perseorangan atas sarusun dan pemanfaatan terhadap bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama. Jumlah Rumah Susun Hunian Sewa di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
173 Persampahan Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, mendaur ulang dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau estetika. Persampahan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
174 Volume Sampah Rumah Tangga Volume Sampah Rumah Tangga di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Sampah yang dihasilkan Rumah Tangga ditambah Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Sampah yang dihasilkan Rumah Tangga; dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
175 Sampah yang dihasilkan Rumah Tangga Sampah atau limbah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari di rumah tangga yang tidak termasuk tinjak dan sampah spesifik. Dampak limbah rumah tangga dapat mempengaruhi pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas udara, maka akan mempengaruhi terhadap tingkat kesehatan bagi orang lain. Sampah yang dihasilkan Rumah Tangga di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
176 Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya. Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
177 Volume Sampah yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun Jenis sampah ini walaupun dalam kuantitas atau konsentrasi yang sangat kecil akan tetapi mengandung bahan berbahaya beracun /B3 (PP No. 18 Tahun 1999 jo PP No. 85 Tahun 1999). Jenis sampah ini antara lain adalah batu baterai bekas, neon dan bohlam bekas, kemasan cat, kosmetik atau pelumas kendaraan yang umumnya mengandung bahan-bahan yang menyebabkan iritasi atau gangguan kesehatan lainnya seperti logam merkuri yang terkandung di dalam batu baterai pada umumnya. Volume Sampah yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
178 Volume Sampah yang Mengandung Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Limbah B3 adalah setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup dan atau membahayakan kesehatan manusia. Volume Sampah yang Mengandung Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
179 Alat Angkut sampah Kendaraan pengangkutan sampah adalah kendaraan pengumpul sampah dan mengangkut sampah dari tempat pengumpulan sampah menuju ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Di berbagai negara kendaraan pengangkut sampah mempunyai standar bentuk konstruksi, ukuran, dan cara kerja yang berbeda. Alat Angkut sampah di Kota Bontng pada periode waktu tertentu
180 Jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) Tempat Pembuangan Sementara (TPS) adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendaur ulang, pengelolaan, dan /atau tempat pengelolaan sampah terpadu. Jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota bontang pada periode waktu tertentu
181 Jumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yaitu tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulangan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah. Jumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
182 Jumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tempat Pemrosesan Akhir dan menerima sampah residu yang telah diproses sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan Jumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
183 Persentase Penanganan Sampah Persentase Penanganan Sampah di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Volume sampah yang ditangani dibagi dengan Volume sampah yang seharusnya tertangani
184 Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik air sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. Air Iimbah adalah sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang berwujud cair. Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
185 Jumlah Pengolahan Air Limbah Individual pengelolaan air limbah domestik yang dilaksanakan oleh masyarakat pada setiap rumah tangga. Jumlah Pengolahan Air Limbah Individual di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
186 Jumlah Pengolahan Air Limbah Komunal pengelolaan air limbah domestik yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan/atau swasta atas izin pemerintah untuk mengalirkan, menampung dan mengolah air limbah domestik dari beberapa kawasan. Jumlah Pengolahan Air Limbah Komunal di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
187 Jumlah Rumah Tangga yang Terlayani Melalui Sistem Perpipaan Leding (Perpipaan) adalah sistem perpipaan yang terdiri dari pipa, fitting, katup dan perlengkapan penunjang yang digunakan untuk mengalirkan air minum, fluida pemanas ruangan, dan limbah. Jumlah Rumah Tangga yang Terlayani Melalui Sistem Perpipaan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
188 Jumlah Rumah Tangga yang Memanfaatkan Air Bawah Tanah ABT adalah air yang mengisi pori tanah dan/atau batuan serta bertekanan sama dengan atmosfer atau dapat dikatakan semua air yang terdapat di bawah permukaan ABT dan pada zona jenuh Jumlah Rumah Tangga yang Memanfaatkan Air Bawah Tanah di Kota bontang pada periode waktu tertentu
189 Tempat Pemakaman Umum Tempat Pemakaman Umum adalah areal tanah yang disediakan untuk keperluan pemakaman jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan, yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II atau Pemerintah Desa. Tempat Pemakaman Umum di Kota bontang pada periode waktu tertentu
190 Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau (RTH), adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ruang Terbuka Hijau di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
191 Jumlah Ruang Terbuka Hijau dikelola Swasta/Masyarakat Jumlah Ruang Terbuka Hijau dikelola Swasta/MasyarakatLuas Pemakaman Umum dikelola Swasta/Masyarakat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Ruang Terbuka Hijau dikelola Swasta/Masyarakat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
192 Panjang Jalan Nasional Jalan nasional adalah Jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol. Jumlah Panjang Jalan Nasional di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
193 Kondisi Baik Jalan Kondisi Baik (B) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan, bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi baik menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan ? 6 %), sehingga arus lalu - lintas dapat berjalan lancar sesuai dengan kecepatan disain dan tidak ada hambatan yang disebabkan oleh kondisi jalan. Jumlah Panjang Jalan dalam kondisi baik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
194 Kondisi Sedang Jalan Kondisi Sedang (S) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan, bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi sedang menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan 6-1 %). Kerusakan yang ada belum menimbulkan gangguan terhadap kelancaran arus pergerakan lalu – lintas. Jumlah Panjang Jalan dalam kondisi sedang di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
195 Kondisi Rusak Ringan Kondisi Rusak (R) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan, bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi rusak menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan 10- 20%). Kerusakan yang ada sudah sangat menghambat kelancaran arus pergerakan lalu - lintas, sehingga kendaraan harus berjalan secara perlahan-lahan, mengurangi kecepatannya, kadangkala harus berhenti akibat adanya kerusakan atau hambatan pada permukaan perkerasan. Jumlah Panjang Jalan dalam kondisi rusak ringan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
196 Kondisi Rusak Berat Kondisi Rusak Berat (RB) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan, bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi rusak berat menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan > 20 %). Kerusakan yang ada sudah sangat parah dan nyaris tidak dapat lagi dilewati oleh kendaraan roda 4, atau hanya dapat dilewati dengan kecepatan sangat rendah. Jumlah Panjang Jalan dalam kondisi rusak berat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
197 Panjang Jalan Tol Jalan Tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol Jumlah Panjang Jalan tol di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
198 Panjang Jalan Propinsi Jalan Propinsi adalah jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi Jumlah Panjang Jalan provinsi di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
199 Panjang Jalan Kabupaten/Kota Jalan Kabupate/Kota adalah jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk pada ayat (2) dan ayat (3), yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten. Jumlah Panjang Jalan kab/kota di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
200 Di Aspal Jalan aspal adalah Jalan yang dilapisi perkerasan dari material yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi Jumlah Panjang Jalan yang di aspal di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
201 Di Beton Jalan Cor Beton adalah Jalan dengan struktur perkerasan yang umumnya terdiri dari tanah dasar, lapis pondasi bawah dan lapis beton semen dengan atau tanpa tulangan Jumlah Panjang Jalan yang di beton di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
202 Permukiman Kumuh Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni yang ditandai dengan ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. (UU No.1 Tahun 2011 tentang PKP). Permukiman Kumuh di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
203 Kerikil Jalan Kerikil adalah Jalan yang dilapisi partikel batuan yang berukuran 5 mm sampai dengan 150 mm Jumlah Panjang Jalan yang di kerikil di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
204 Tanah Jalan tanah adalah Jalan yang dilapisi campuran butiran mineral tanah berbentuk tidak teratur dari berbagai ukuran yang mengandung pori-pori di antaranya Jumlah Panjang Jalan tanah di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
205 Tidak Terinci Jalan tanah adalah Jalan yang dilapisi campuran butiran mineral tanah berbentuk tidak teratur dari berbagai ukuran yang mengandung pori-pori di antaranya Jumlah Panjang Jalan tanah di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
206 Jaringan Irigasi/Pengairan Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak Jaringan Irigasi/Pengairan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
207 Panjang Jaringan Irigasi Non Teknis Irigasi Non teknis adalah Pengairan yang tidak menggunakan sistem irigasi tetapi tergantung pada air alam seperti : air hujan, pasang surutnya air sungai/laut, dan air rembesan. Terdiri dari : Lahan sawah tadah hujan, lahan sawah pasang surut, lahan sawah lainnya (lebak, polder, rembesan, lahan rawa yang dapat ditanami padi dan lain-lain) Jaringan Irigasi non teknis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
208 Saluran Kondisi Baik Kondisi baik jika kinerja irigasi > 90% atau tingkat kerusakan < 10 % dari kondisi awal bangunan/saluran dan diperlukan pemeliharaan rutin. Jaringan Saluran irigasi dalam kondisi baik di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
209 Saluran Kondisi Sedang Kondisi sedang jika kinerja irigasi 80% - 90%, atau tingkat kerusakan 10 – 20 % dari kondisi awal bangunan/saluran dan diperlukan pemeliharaan berkala Jaringan Saluran irigasi dalam kondisi sedang di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
210 Saluran Kondisi Rusak Ringan Kondisi rusak ringan jika kinerja irigasi 60 - 80%, atau tingkat kerusakan 21 – 40 % dari kondisi awal bangunan/saluran dan diperlukan perbaikan Jaringan Saluran irigasi dalam kondisi rusak ringan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
211 Saluran Kondisi Rusak Berat Kondisi rusak berat jika kinerja irigasi < 60%, atau tingkat kerusakan > 40% dari kondisi awal bangunan/saluran dan diperlukan perbaikan berat atau penggantian Jaringan Saluran irigasi dalam kondisi rusak berat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
212 Panjangan Jaringan Irigasi Teknis Irigasi Teknis adalah Jaringan irigasi teknis mempunyai bangunan sadap yang permanen. Bangunan sadap serta bangunan bagi mampu mengatur dan mengukur. Disamping itu terdapat pemisahan antara saluran pemberi dan pembuang. Pengaturan dan pengukuran dilakukan dari bangunan penyadap sampai ke petak tersier Jaringan Irigasi teknis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
213 Panjang Saluran Irigasi Primer Irigasi Teknis Primer adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagisadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya Jaringan Irigasi teknis primer di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
214 Panjang Saluran Irigasi Sekunder Irigasi Teknis Sekunder adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya Jaringan Irigasi teknis sekunder di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
215 Panjang Saluran Irigasi Tersier Irigasi Teknis Tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter, serta bangunan pelengkapnya Jaringan Irigasi teknis tersier di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
216 Jumlah Bangunan Irigasi Keberadaan bangunan irigasi diperlukan untuk menunjang pengambilan dan pengaturan air irigasi. Jumlah Bangunan Irigasi di kota Bontang pada periode waktu tertentu
217 Luas Sawah Beririgasi Teknis Lahan sawah irigasi teknis adalah lahan sawah yang mempunyai jaringan irigasi dimana saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian air dalam lahan sawah tersebut dapat sepenuhnya diatur dan diukur dengan mudah. Luas Sawah Beririgasi Teknis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
218 Luas Sawah Beririgasi Non Teknis Luas Sawah Beririgasi Non Teknis adalah lahan sawah yang memperoleh pengairan dari nonteknis irigasi dimana Jaringan irigasinya masih sederhana dan saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenuhnya diatur dengan mudah. Luas Sawah Beririgasi Non Teknis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
219 Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Sumur Terlindung Sumur terlindung adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali dan lingkar sumur tersebut dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter di atas tanah dan 3 meter ke bawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Sumur Terlindung di kota Bontang pada periode waktu tertentu
220 Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Sumur Tidak Terlindung Sumur tidak terlindung adalah Sumur tak terlindung adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali dan lingkar sumur tersebut tidak dilindungi oleh tembok dan lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur. Cara pengambilan air sumur terlindung maupun tak terlindung dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Sumur Tidak Terlindung di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
221 Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Hidran Umum Hidran umum merupakan cara pelayanan air minum yang transportasi airnya dilakukan dengan sistem perpipaan, sedangkan pendistribusiannya kepada masyarakat melalui tangki, sedangkan air minum berasal dari PDAM atau tapping dari sumber air lainnya dan dipakai oleh masyarakat secara komunal di sekitar lokasi Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Hidran Umum di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
222 Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Keran Umum Kran Umum (KU) adalah salah satu pilihan sistem penyediaan air minum untuk melayani suatu kelompok pemakai dengan memperhatikan aspek teknis dan non teknis, sehingga masyakat dapat secara mudah memperoleh air dalam jumlah tertentu, dengan kualitas yang sesuai persyaratan air minum bagi kesehatan. Jumlah Rumah Tangga Menggunakan Keran Umum di kota Bontang pada periode waktu tertentu
223 Kapasitas Terpasang Kapasitas terpasang merupakan kapasitas yang didaftarkan kepada otoritas terkait, untuk keperluan klasifikasi berdasarkan jumlah tenaga yang dapat dihasilkan, Kapasitas Terpasang di kota Bontang pada periode waktu tertentu
224 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi diartikan sebagai jumlah maksimum output yang dapat diproduksi dalam satuan waktu tertentu. Kapasitas Produksi di kota Bontang pada periode waktu tertentu
225 Pembuangan Limbah Rumah Tangga Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah rumah tangga yang terlalu banyak jika tidak dapat ditanggulangi sangat berpotensi mencemari dan meracuni lingkungan. Pembuangan Limbah Rumah Tangga di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
226 Rumah Tangga Memiliki MCK MCK singkatan dari Mandi, Cuci, Kakus adalah salah satu sarana fasilitas umum yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air di lokasi permukiman tertentu yang dinilai berpenduduk cukup padat dan tingkat kemampuan ekonomi rendah. Rumah Tangga Memiliki MCK di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
227 Rumah Tangga Memiliki Cubluk Cubluk merupakan lubang yang digunakan untuk menampung air limbah manusia dari jamban dan juga air dari kamar mandi yang berfungsi sebagai tempat pengendapan tinja dan juga media peresapan dari cairan yang masuk. Rumah Tangga Memiliki Cubluk di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
228 Pengolahan AIr Limbah Pengolahan air limbah adalah suatu proses yang dijalankan untuk menghilangkan atau membersihkan limbah (effluent) atau limbah hasil kegiatan industri, komersial atau rumah tangga dari air sehingga air dapat dimanfaatkan kembali oleh lingkungan tanpa memberikan dampak negatif ataupun dapat digunakan kembali dalam proses industri, komersial dan rumah tangga tersebut Pengolahan Air Limbah di kota Bontang pada periode waktu tertentu
229 Panjang Drainase Sistem Terbuka Drainase terbuka adalah drainase yang berguna untuk mengalirkan air hujan pada wilayah yang luas. Selain itu, juga berfungsi sebagai media mengalirkan air yang tidak membahayakan kelestarian lingkungan. Sedangkan, drainase tertutup merupakan saluran yang berfungsi menghanyutkan air yang mengandung limbah. Panjang Drainase Sistem Terbuka di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
230 Panjang Drainase Sistem Tertutup Drainase sistem tertutup adalah sistem saluran yang permukaan airnya tidak terpengaruh dengan udara luar (atmosfir). Saluran drainase tertutup sering digunakan untuk mengalirkan air limbah atau air kotor yang menggangu kesehatan lingkungan dan menggangu keindahan. Panjang Drainase Sistem Tertutup di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
231 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Mendirikan Bangunan atau biasa dikenal dengan IMB adalah sebuah produk hukum yang berisi perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, merawat atau merobohkan bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
232 Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan dari instansi maupun jasa konsultan terkait. Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
233 Rasio bangunan ber-IMB per satuan bangunan Jumlah bangunan ber – IMB dibagi Jumlah bangunan Jumlah bangunan ber – IMB di kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah bangunan di Kota Bontang pada periode waktu yang sama
234 Ruang publik yang berubah peruntukannya Jumlah ruang publik yang berubah fungsi (ha) dibagi Jumlah ruang publik yang tersedia (ha) dikali 100% Jumlah ruang publik yang berubah fungsi (ha) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah ruang publik yang tersedia (ha) di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 100%
235 Ketaatan terhadap RTRW Realisasi RTRW dibagi Rencana Peruntukan dikali 100 Realisasi RTRW di kota Bontang pada periode waktu tertentu dibagi Rencana Peruntukan di Kota Bontang pada periode waktu yang sama dikali 100
236 Luas Tambak Tambak adalah suatu perairan yang sengaja dibuat sebagai wadah budidaya perairan yang biasanya letaknya di dekat pantai. Tambak biasanya diisi dengan air payau karena sumber air di dekat pantai biasanya cenderung payau. Namun juga ada tambak yang menggunakan air laut/berada tepat di tepi laut Luas Tambak di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
237 Luas Kawasan Industri Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri. Luas Kawasan Industri di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
238 PT Pupuk Kaltim PT Pupuk Kalimantan Timur adalah sebuah salah satu perusahaan industri strategis di Indonesia dengan lima unit pabrik Amoniak dan lima unit pabrik Urea yang terletak dalam satu lokasi yang terletak di Bontang, Kalimantan Timur dan merupakan anak PT Pupuk Indonesia Holding Company. Luas Kawasan PT Pupuk Kalimantan Timur
239 Tercapainya waktu tanggap daerah wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Waktu Tanggap atau lebih dikenal dengan Respons time adalah total waktu yang dihitung dari saat berita kebakaran diterima, pengiriman pasukan dan sarana pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran sampai dengan kondisi siap untuk melaksanakan operasi pemadaman (biasa ditandai dengan keluarnya air / penyemprotan air pertama). Tercapainya waktu tanggap daerah wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
240 Korban Bencana Banjir korban bencana adalah orang atau kelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana. Korban Bencana Banjir di Kota Bontang pada periode Waktu tertentu
241 Pelanggaran K3 (Ketertiban, Ketentraman, Keindahan) Upaya mengkondisikan lingkungan kehidupan masyarakat yang kondusif dan demokratis, sesuai Peraturan Daerah yang telah ditetapkan. Hal ini untuk mewujudkan pemenuhan hak masyarakat untuk hidup tertib, tentram serta menjaga keindahan. Pelanggaran K3 (Ketertiban, Ketentraman, Keindahan) di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
242 Jumlah Pertikaian Antar Etnis Etnis adalah penggolongan manusia berdasarkan kepercayaan, nilai, kebiasaan, adat istiadat, norma bahasa, sejarah, geografis, dan hubungan kekerabatan Jumlah Pertikaian Antar Etnis di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
243 Jumlah Pertikaian Antar Simpatisan Parpol Partai Politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara melalui pemilihan umum Jumlah Pertikaian Antar Simpatisan Parpol di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
244 Unjuk Rasa Unjuk rasa atau demonstrasi ("demo") adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Unjuk Rasa di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
245 Kasus Pemogokan Kerja mogok kerja adalah tindakan berhenti bekerja oleh sekelompok pekerja dalam tujuan untuk menuntut kepada majikan mereka untuk menyetujui permintaan mereka terhadapnya, dan yang telah ditolaknya. Kasus Pemogokan Kerja di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
246 Jumlah Aparat Pamong Praja Aparatur Pemerintah Daerah yang melaksanakan tugas Kepala Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah. Jumlah Aparat Pamong Prajadi Kota Bontang pada periode waktu tertentu
247 Jumlah Aparat Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan Jumlah Aparat Linmas di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
248 Jumlah Petugas Perlindungan Masyarakat merupakan satuan yang memiliki tugas umum pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Satuan ini memiliki peran penting dalam ketertiban masyarakat secara luas Jumlah Petugas Perlindungan Masyarakat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
249 Bencana Alam Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana Alam di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
250 Sistem Peringatan Dini Sistem peringatan dini merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya. Sistem Peringatan Dini di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
251 Jumlah Sistem Elektronik Jumlah Sistem Peringatan Dini Banjir yang sudah berbasis Elektronik Jumlah Sistem Peringatan Dini Banjir yang sudah berbasis Elektronik di Kota Botang pada periode waktu tertentu
252 Jumlah Peringatan Dini Tradisional Jumlah Sistem Peringatan Dini Banjir yang belum berbasis Elektronik Jumlah Sistem Peringatan Dini Banjir yang belum berbasis Elektronik di Kota Botang pada periode waktu tertentu
253 Jumlah Sistem Elektronik Jumlah Sistem Peringatan Dini Longsor yang sudah berbasis Elektronik Jumlah Sistem Peringatan Dini Longsor yang sudah berbasis Elektronik di Kota Botang pada periode waktu tertentu
254 Jumlah Peringatan Dini Tradisional Jumlah Sistem Peringatan Dini longsor yang belum berbasis Elektronik Jumlah Sistem Peringatan Dini Longsor yang belum berbasis Elektronik di Kota Botang pada periode waktu tertentu
255 Kawasan Rawan Bencana Yang dimaksud dengan kawasan rawan bencana adalah suatu wilayah yang memiliki kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi yang untuk jangka waktu tertentu tidak dapat atau tidak mampu mencegah, meredam, mencapai kesiapan, sehingga mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu. Kawasan Rawan Bencana di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
256 Transportasi Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
257 Jenis Angkutan Darat Transportasi darat adalah segala bentuk transportasi menggunakan jalan untuk mengangkut penumpang atau barang. Jenis Angkutan Darat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
258 Kendaraan Roda 2 Kendaraan Roda 2 di Kota Bontang yang digunakan sebagai Prasarana dan Sarana Tanggap Bencana pada periode waktu tertentu Kendaraan Roda 2 di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
259 Kendaraan Roda 4 Kendaraan Roda 4 di Kota Bontang yang digunakan sebagai Prasarana dan Sarana Tanggap Bencana pada periode waktu tertentu Kendaraan Roda 4 di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
260 Kendaraan Roda > 4 Kendaraan Roda > 4 di Kota Bontang yang diguanakan sebagai Prasarana dan Sarana Tanggap Bencana pada periode waktu tertentu Kendaraan Roda > 4 di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
261 Jenis Angkutan Laut Angkutan Laut adalah setiap kegiatan pelayaran dengan menggunakan Kapal Laut untuk mengangkut penumpang, barang, dan/atau hewan untuk satu perjalanan atau lebih dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain atau antara beberapa pelabuhan Jenis Angkutan Laut di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
262 Kapal Penyelamat kapal yang digunakan untuk menyelamatkan jiwa manusia dalam musibah di laut, biasanya mempunyai stabilitas yang sangat baik dan kecepatan tinggi Kapal Penyelamat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
263 Speedboat speed boot ( perahu motor cepat) yaitu perahu yang menggunakan tenaga mesin dapat melaju dengan kencang. Speedboat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
264 Jumlah Peralatan Komunikasi Alat komunikasi adalah semua media atau alat yang digunakan untuk menyebarkan atau menyampaikan informasi, baik itu informasi kepada satu orang saja atau kepada banyak orang. Alat komunikasi ini tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi saja tetapi juga menghasilkan informasi. Jumlah Peralatan Komunikasi di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
265 Handy Talky HT (Handy Talky) adalah sebuah alat komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam yang dapat mengkomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio dan sering dipakai untuk komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap saat. Handy Talky di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
266 Telpon Satelit Telepon satelit adalah suatu layanan telekomunikasi berupa telepon tanpa kabel yang menempatkan base transceiver station (BTS) nya di udara sehingga memiliki jangkauan lebih luas dibanding telepon berbasis GSM yang menempatkan BTS-nya di darat. Telpon Satelit di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
267 Radio Pemancar fungsi pemancar adalah untuk menghasilkan sinyal informasi dan sinyal pembawa menjadi gelombang radio, sedangkan fungsi penerima adalah untuk mengubah gelombang radio menjadi sinyal informasi yang dapat kita dengarkan. Radio Pemancar di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
268 Peralatan Kesehatan Alat Kesehatan adalah instrumen, aparatus, dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mengidentifikasi, mencegah, mendiagnosis suatu penyakit atau kondisi seseorang. Alat Kesehatan ini terdiri dari peralatan medis dan peralatan habis pakai. Peralatan Kesehatan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
269 Mobil Ambulance Ambulans adalah kendaraan yang dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan Mobil Ambulance di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
270 Tandu Tandu atau pelangkin adalah alat transportasi jarak dekat yang menggunakan tenaga manusia. Tandu dapat mengangkut satu orang penumpang, berbentuk kotak dan dipikul oleh orang atau lebih. Tandu di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
271 Tabung Oksigen Tabung oksigen punya kemampuan untuk mengubah air menjadi oksigen. Oksigen itu nantinya dialirkan melalui selang ke saluran pernapasan pasien, bisa melalui hidung atau mulut pasien. Tabung oksigen juga biasanya memiliki regulator oksigen. Tabung Oksigen di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
272 Mobil Tangki Air Truk tangki adalah truk yang dirancang untuk mengangkut muatan berbentuk cair atau gas. Untuk meningkatkan kestabilan dalam transportasi cairan dalam tangki, tangki dibagi dalam beberapa kompartemen yang dipisahkan dengan sekat-sekat. Mobil Tangki Air di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
273 Tangki Air Tangki air adalah sebuah kontainer untuk menyetor air. Tangki-tangki air dipakai untuk menyediakan penyetoran air untuk dipakai dalam banyak pemakaian, air minum, pertanian irigasi, pemadaman api, pertanian, tumbuhan dan hewan, produksi kimia, pengolahan pangan serta beberapa pemakaian lainnya. Tangki Air di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
274 MCK (Mandi Cuci Kakus) Mobile Desain Kereta MCK dibuat dengan sistem mobile agar mudah untuk berpindah melayani dari satu tempat ke tempat lainnya. MCK (Mandi Cuci Kakus) Mobile di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
275 Alat Berat alat berat adalah alat yang digunakan untuk mempermudah proses pekerjaan konstruksi, sehingga pembangunan menjadi lebih cepat, mudah, dan hasilnya sesuai dengan harapan. Penggunaan alat berat harus benar-benar tepat dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan. Alat Berat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
276 Beco Excavator (ekskavator) merupakan alat berat yang terangkai dari sebuah batang atau lengan (arm), tongkat (bahu) atau boom serta keranjang atau bucket (alat keruk) dan digerakkan oleh tenaga hidrolis yang dimotori dengan mesin diesel dan berada di atas roda rantai (trackshoe). Beco di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
277 Buldozer Bulldozer adalah salah satu jenis alat berat yang dan berfungsi untuk pemerataan material seperti tanah, pasir, kerikil yang memiliki kemampuan dorong atau tenaga yang tinggi. Bisa digunakan untuk menggali, mendorong, menggusur meratakan, menarik beban, menimbun. Buldozer di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
278 Peralatan Hunian Sementara Hunian sementara ini merupakan salah satu solusi Rumah Sementara untuk mengatasi masalah tempat tinggal bagi warga yang terkena bencana. Peralatan Hunian Sementara di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
279 Tenda Tenda Huntara adalah tenda yang dirancang untuk berfungsi sebagai hunian sementara bagi para korban bencana. Tenda di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
280 Dapur Umum Dapur umum adalah merupakan suatu tempat dalam bentuk tenda sementara untuk menyikapi terjadinya bencana yang diselenggarakan oleh instalasi gizi. Dapur Umum di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
281 Generator generator merupakan mesin dengan energi gerak (mekanik) yang kemudian mampu mengubah menjadi energi listrik (elektrik). Generator di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
282 Kebakaran Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita kehendaki, merugikan pada umumnya sukar dikendalikan. Kebakaran di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
283 Mobil Pemadam Kebakaran Mobil pemadam kebakaran atau fire truck adalah bagian dari alat pengendali api. ... Alat pengendali api berisi alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya kebakaran dan alat untuk memadamkan api. Mobil Pemadam Kebakaran di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
284 Pos Pemadam Kebakaran Pos pemadam kebakaran adalah suatu posko atau tempat dimana terdapat sarana prasana dan petugas pemadam kebakaran guna mengatasi jika terjadi kebakaran. Pos Pemadam Kebakaran di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
285 Rasio Penegakan Perda Rasio Penegakan Perda di Kota Bontang pada periode waktu tertentu Jumlah Pelanggaran yang Terselesaikan dibagi dengan Jumlah Pelanggaran yang Terjadi Jumlah Pelanggaran yang Terselesaikan; dan Jumlah Pelanggaran yang Terjadi
286 Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Tindak pidana merupakan suatu istilah yang mengandung suatu pengertian dasar dalam ilmu hukum, sebagai istilah yang dibentuk dengan kesadaran dalam memberikan ciri tertentu pada peristiwa hukum pidana. Tindak pidana mempunyai pengertian yang abstrak dari peristiwa-peristiwa yang kongkrit dalam lapangan hukum pidana, sehingga tindak pidana haruslah diberikan arti yang bersifat ilmiah dan ditentukan dengan jelas untuk dapat memisahkan dengan istilah yang dipakai sehari-hari dalam kehidupan masyarakat. Persentase Penyelesaian Tindak Pidana di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
287 Jumlah Selang Waktu Terjadinya Tindak Pidana Selang Waktu Kejahatan adalah selang waktu atau interval waktu terjadinya satu tindak kejahatan dengan kejahatan yang lain. Selang waktu kejadian kriminal dinyatakan dalam satuan waktu detik. Semakin tinggi nilainya berarti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat semakin membaik. Jumlah Selang Waktu Terjadinya Tindak Pidana di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
288 Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas Kecelakaan lalu-lintas adalah adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
289 Jumlah Penduduk Miskin I. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan. Jumlah Penduduk Miskin di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
290 Jumlah Rumah Tangga Miskin rumah tangga miskin adalah rumah tangga dengan rata-rata pengeluaran (untuk konsumsi rumah tangga) per kapita per bulan kurang dari garis kemiskinan. Jumlah Rumah Tangga Miskin di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
291 Air Kemasan Air kemasan adalah air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol (500 ml, 600 ml, 1 liter, 12 liter, atau 19 liter) dan kemasan gelas Rumah Tangga Miskin Mengkonsumsi Air Minum Air Kemasan di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
292 Air Ledeng Air leding meteran adalah air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air. Sumber air ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), atau BPAM (Badan Pengelola Air Minum), baik dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Rumah Tangga Miskin Mengkonsumsi Air Minum Air Ledeng di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
293 Sumber Air Terlindung Mata air terlindung adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya dan terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya Rumah Tangga Miskin Mengkonsumsi Air Minum Sumber Air Terlindung di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
294 Sumber Air Tidak Terlindung Mata air tak terlindung adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya tetapi tidak terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya. Rumah Tangga Miskin Mengkonsumsi Air Minum Sumber Air Tidak Terlindung di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
295 Jumlah Masyarakat Penerima PBI APBN Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah. .Jumlah Masyarakat Penerima PBI APBN di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
296 Jumlah Masyarakat Penerima PBI APBD PBI APBD merupakan peralihan dari Jamkesda. Jumlah Masyarakat Penerima PBI APBD di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
297 Keluarga Prasejahtera keluarga yang tidak memenuhi salah satu dari 6 (enam) indikator Keluarga Sejahtera I (KS I) atau indikator ”kebutuhan dasar keluarga” (basic needs). Keluarga Prasejahtera di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
298 Keluarga Sejahtera Tahap 1 keluarga mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 8 (delapan) indikator Keluarga Sejahtera II atau indikator ”kebutuhan psikologis” (psychological needs) keluarga. Keluarga Sejahtera Tahap 1 di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
299 Keluarga Sejahtera Tahap 2 keluarga yang mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I dan 8 (delapan) indikator KS II, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 5 (lima) indikator Keluarga Sejahtera III (KS III), atau indikator ”kebutuhan pengembangan” (develomental needs) dari keluarga. Keluarga Sejahtera Tahap 2 di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
300 Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga swadaya masyarakat (disingkat LSM) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat di Kota Bontang pada periode waktu tertentu
301 Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) Jamaah Haji 1. Indeks Kepuasan Jamaah Haji (IKJHI) Perbandingan rata-rata skor tingkat kepuasan terhadap rata-rata skor tingkat kepentingan. Kriteria kepuasan Jemaah haji ditentukan berdasarkan nilai IKJHI yang diperoleh. Tingkat kepuasan dinilai berdasarkan sikap, keramahan, dan kepedulian (courtesy and emphaty), kemudahan memperoleh pelayanan dan dapat dipercaya, akses (access), perlindungan, kesiapan/cepat tanggap & tepat waktu (responsiveness & timelines), bukti nyata (tangible), jaminan dan keamanan (assurance & security), informasi dan komunikasi (information & communication), pembinaan, kemampuan petugas (competence). 2. Tingkat Kepuasan Pelayanan Petugas Haji Perbantingan rata-rata skor tingkat kepuasan pelayanan petugas haji terhadap rata-rata skor tingkat kepentingan pelayanan petugas haji. 3. Tingkat Kepuasan Pelayanan Ibadah Perbandingan rata-rata skor tingkat kepuasan pelayanan ibadah terhadap rata-rata skor tingkat kepentingan pelayanan ibadah. 4. Tingkat Kepuasan Pelayanan Transport - IKJHI < 50 : pelayanan masih di bawah standar standar (sangat buruk) - 50 ? IKJHI < 65 : pelayanan perlu ditingkatkan (buruk) - 65 ? IKJHI < 75 : pelayanan sudah memenuhi standar (sesuai) - 75 ? IKJHI < 85 : pelayanan di atas standar (memuaskan) - IKJHI indeks Kelompok umur, Jenis kelamin, Pendidikan, Profesi, Dimensi Pelayanan, Area pelayanan YA -1 Berita Resmi Statistik – Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 1439H/2018M (https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/11/22/15 39/indeks-kepuasan-jemaah-haji-indonesia-tahun- 1439h-2018m.html) 1. Tingkat Kepuasan Pelayanan Petugas Haji 2. Tingkat Kepuasan Pelayanan Ibadah 3. Tingkat Kepuasan Pelayanan Transportasi Bus 4. Tingkat Kepuasan Pelayanan Akomodasi 5. Tingkat Kepuasan Pelayanan Katering 6. Tingkat Kepuasan Pelayanan Kesehatan Kloter 7. Nasional